Inilah 2 Jasa Tidur dengan Wanita Tanpa Seks

Diposkan oleh bajulkesupen on



Inilah 2 Jasa Tidur dengan Wanita tanpa Seks . Berikut ini adalah 2 Jasa Tidur dengan ditemani dan dipeluk dengan seorang wanita, dan jasa ditemani tidur ini benar2 hanya sekedar tidur saja seperti memeluk, bertatapan mata dan Tanpa embel-embel yang aneh aneh.
Yang pertama Jasa untuk pria yang ingin ditemani tidur oleh wanita di Kafe Soineya di Jepang dan yang kedua Jasa ditemani tidur di Australia, yang bukan hanya untuk pria saja. Untuk pelanggan wanita pun disediakan pria untuk menemaninya tidur dan sekali lagi Tanpa Sex.
1.Jasa ditemani tidur dengan wanita di Kafe Soineya di Jepang

Seperti yang dilansir dari Odditycentral (01//10), kafe Soineya baru buka pada 25 September di distrik Akihabara. Menurut situs resminya, kafe ini menyebutkan layanannya bersifat sederhana namun penuh kenyamanan jika ingin tidur ditemani seseorang. Ada beberapa daftar layanan ditawarkan di Soineya. Tentunya pelayanan tersebut tidak gratis. Coba simak "menu" di kafe tersebut berikut ini :
  1. 20 menit, harganya 3.000 yen atau sekitar Rp 368.000
  1. 40 menit, harganya 5.000 yen atau sekitar Rp 614.000 (khusus untuk pengunjung pertama, harga yang dikenakan adalah 3.000 yen saja)
  1. 1 jam, harganya 6.000 yen atau sekitar Rp 737.000 
  1. 2 jam, harganya 11.000 yen atau sekitar Rp 1,3 juta
  1. 3 jam, harganya 16.000 yen atau sekitar Rp 1,9 juta
  1. 4 jam, harganya 20.000 yen atau sekitar Rp 2,4 juta
  1. 5 jam, harganya 25.000 yen atau sekitar Rp 3 juta
  1. 6 jam, harganya 30.000 yen atau sekitar Rp 3,6 juta 
  1. 10 jam, harganya 50.000 yen atau sekitar Rp 6,1 juta
Pengunjung Soineya pun dibolehkan untuk memilih wanita yang diminta menemani saat tidur. Namun pengunjung harus membayar 1.000 yen (sekitar Rp 122.000) ekstra untuk itu dan tambahan 500 yen (sekitar Rp 61.000) setiap jam. Sementara itu, jika pelukan saat tidur tidak cukup, ada pilihan menu lain bagi pengunjung.
  1. Pengunjung tidur di lengan wanita (3 menit), 1.000 yen
  1. Wanita menepuk-nepuk punggung pengunjung (3 menit), 1.000 yen
  1. Pengunjung mengelus kepala wanita (3 menit), 1.000 yen
  1. Pengunjung dan wanita saling bertatapan mata (1 menit), 1.000 yen
  1. Wanita berganti pakaian (1 menit), 1.000 yen
  1. Wanita memijat kaki pengunjung (3 menit), 1.000 yen
  1. Pengunjung memijat kaki wanita (3 menit), 1.000 yen
  1. Pengunjung tidur di pangkuan wanita (3 menit), 1.000 yen
  1. Wanita tidur di pangkuan pengunjung (3 menit), 2.000 yen
Harga yang disebutkan di atas tentu belum termasuk "karcis masuk" ke kafe yang dibanderol 3.000 yen. Jadi kira-kira, Anda harus merogoh kocek 6.000 yen untuk ditemani tidur selama 20 menit saja bersama wanita asing.
2.Jasa Tidur dengan dipeluk pria dan wanita beramai-ramai

Perempuan bernama Janeen Sonsie rela membayar 35 dollar Australia atau sekitar Rp 347 ribu (kurs Rp 9.900 per dollar Australia) hanya untuk mendapat pelukan dari sekelompok orang asing."Ada tiga pria yang memijat saya dan sungguh menyenangkan," kata perempuan berusia 50-an tahun ini yang bekerja sebagai konsultan penjualan dan pelatih bisnis.
Awalnya, ia mengaku ketakutan saat tiba namun kemudian senang karena semua orang yang bekerja sangat menghargai satu sama lainnya. Bisnis pesta saling berpelukan ini sudah menjadi fenomena baru. Sonsie adalah satu dari 20 orang yang menghadirinya. Tak ada hubungan seks dan hanya diperbolehkan memeluk, memijat, satu sama lain. Bisnis ini dibuat oleh lembaga konsultan hubungan asmara asal Amerika Serikat (AS).
Pesta pertama dilakukan di New York tahun 2004. Dua tahun kemudian, cabangnya dibuka di Melbourne, Australia, namun ditutup karena pendirinya sakit. Pada tahun 2008, konsultan hubungan asmara dan pelatih masalah kehidupan yang hanya ingin diketahui dengan nama Marus, membuka kembali bisnis ini dan kemudian melebarkan sayapnya ke negara bagian New South Wales, New South Wales, Marus dan Queensland.
Pesta pertama menarik puluhan orang dan kemudian disusul ratusan lainnya pada pesta berikutnya. Kini, totalnya, ada sekitar 1.000 orang yang sudah berpartisipasi ."Ini terus bertumbuh dan saya melakukan pesta pertama di Sydney Oktober nanti dan akan disusul di negara bagian lain," katanya


{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.